Thursday, March 20, 2014

Asal Mula Kehidupan Itu??


asal mula kehidupan itu??
yah tepat, emang masih belum ada yang tahu pasti
asal ngoceh...       
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxSM68XgA7cc8lcjKC612qvUo8xOXzf4QOudKzmppsVqzcG1ZLEeF98ynwfGWB-mwlQZKue1PktuKDKZ_jl_BZr560_OehjMFuQJovXfbCSUn9SHOr5aFlikOakPMyUbgsnFE0ymwpSPE/s640/Humor+Telur+dan+Trik+Selingkuh.jpg     Berawal dari hidrogen yang disusun partikel atom, hidrogen mnyusun air dan air awal mula kehidupan yang dimulai dari mikroba, plantae'mollusca, dan makhluk purba yg lain. H2O air dan H hidrogen. Hidrogen merupakan unsur paling awal dan unsur terbanyak pembentuk alam smesta. Sehingga bisa dipastikan Hidrogen merupakan unsur awal kehidupan. Asal mula kehidupan ada dua; menurut Sains (Ilmu Pengetahuan) dan Agama. Penjelasan yang dikemukakan di atas adalah menurut Sains. Agama tidak mungkin berpatokan dengan Sains, sedangkan Sains pasti patokannya agama.
    Lalu bagaimana dengan fase pertumbuhan bayi di dalam perut sang Ibu?, bukankah dalam ajaran Islam ada fase di mana ditiupkannya ruh (jiwa). Lantas penjelasan dari Sainsnya bagimana? sudah dijelaskan dalam Surah Al-Insan yang menjelaskan bahwa kita diciptakan oleh air hina (sperma) yang membuahi telur dan menempel di tempat yang kokoh (rahim) dan ditiupkannya roh itu sebagai pelengkap jasad yang sudah dibentuk oleh peristiwa biologis tadi.
Saya pernah dengar dari Guru semasa SMP hingga sampai saat ini saya masih belum paham atau bingung adalah ditiupkannya roh itu sehingga kita bisa hidup seperti ini. Lalu pengertian dari Sains? memang susah untuk mencari penjelasannya, karena manusia mempunyai batas untuk mengetahui sesuatu hal. Semisal teori Big Bang yang terkenal pun hingga kini masih belum sempurna. Oleh sebab itu banyak misteri yang sukar untuk ditanggapi dengan logika Sains (Ilmu Pengetahuan).

maka Allah SWT menyuruh kita mencari ilmu dalam setiap misteri yang ada di alam semesata ini. pengetahuan manusia bagaikan butir pasir di pantai bila dibandingkan dengan Allah SWT.

    Jikalau bicara tentang agama atau sains, menurut saya Agama belum bisa dipahami secara nalar, soalnya belum bisa dijangkau oleh mata kepala atau masih secara tertulis, sedangkan secara sains masih bisa diterima, karena ada beberpa teori yang bisa menjelaskan dan diimbangi juga dengan bukti yg menguatkan atau mampu menjelaskan. Karena agama yang artinya adalah keyakinan, kalau yakin yang dikatakan agama tersebut berarti sudah dikatakan beriman. sebenarnya di dalam agama pun sudah dijelaskan beberapa penjelasan tetapi mungkin sangat sulit diterima nalar atau logika, sebab kemungkinan kita belum mengerti konsepnya. Apapun itu yang jelas agama wajib untuk diyakini dan Sains merupakan teori pendukung untuk lebih menguatkan dan lebih meyakinkan apa yang telah 'diceritakan' di dalam agama itu.

beberapa ayat yang menjelaskan...
"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap (gas hidrogen/helium) lalu Dia berkata kepada langit dan bumi: Datanglah kalian dengan terpaksa atau suka hati; Dan mereka datang dengan suka hati" (Al-Fushilat:11)

"Maka Dia menciptakan 7 langit (ruang waktu) dalam 2 masa, dan Dia mewahyukan kepada tiap langit peraturannya masing2; Dan Kami hiasi langit dgn pelita (bintang/galaksi) dan Kami memeliharanya' demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui (Al-Fushilat:12)

"Dan tidaklah orang2 kafir itu mngetahui bahwa langit (ruang waktu) itu dulu sesuatu yang padu (singularitas) kemudian Kami pisahkan keduanya itu (peristiwa Big Bang)" (Al-Anbiya:30)

Masih menjadi perdebatan...
     Jika kita menganut teori abiogenesis yang artinya manusia bisa berkerabat jauh dengan anjing, kucing, bahkan amoeba dan tanah. Tetapi jika kita menganut teori biogenesis (penciptaan) akan timbul masalah darimana spesies-spesies yang beragam ini berasal? atau setidaknya siapa nenek moyang pertama dari setiap spesies yang ada sekarang?
    Saya masih percaya sama teori biogenesis yaitu makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya. biogenesis itu ada evolusi dan makhluk berevolusi, abiogenesis agak mustahil sebab perbedaan kingdom, namun mngkin saja bisa, bukannya teori evolusi ini ada ya?? Kalau kita tanya siapa nenek moyang makluk hidup, kita pasti beralih kepada fisika dan astrobiologi, bukannya sudah hampir terpecahakan? cuma nenek moyang kita yg masih diteliti. Teori Abiogensis dan Biogenesis tentu banyak kelemahan dan tidak mempunyai dasar, tetapi saya menemukan fakta dari 16 abad yg lalu (Al-Quran)

"...dan dari AIR kami ciptakan kehidupan seluruhnya,apakah mereka tidak percaya(tdk beriman)?" Al-Anbiya':30

    Sudah terbukti Al Quran sudah menjelaskan tentang sains. para ilmuwan juga percaya bahwa hidrogen (unsur penyusun air) sebagai unsur pembentuk universe serta asal kehidupan yang dimulai oleh makluk hidup ber sel satu. Asal mula makhluk hidup memang masih jadi perdebatan panjang. Kaum agamawan bersikeras untuk mempertahankan keyakinan mereka. Sedangkan para ilmuwan bersikeras untuk mempertahankan pemikiran mereka. Karena ini diskusi ilmiah ada baiknya kita mengesampingkan dulu pernyataan asal-usul kehidupan dari Agama (Al-Qur'an, Alkitab, dll.) karena agama itu subjektif sedangkan sains objektif
    Saya pikir ini hanya bisa dijelaskan sebatas teori yang kebenarannya masih mengambang. Jikalau itu ada buktinya, bukti itu pun harus benar-benar dibuktikan lebih dalam lagi agar benar-benar terbukti dan membuktikan, dan semua bukti itu akan kmbali lagi menjadi sebuah teori. karena kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Teori tentang asal-usul kehidupan baru sekedar hipotesis. Kebenarannya bisa dipercaya tapi tak pasti. Pengaruh ilmu pengetahuan dan pandangan religius juga saling mempengaruhi teori tersebut.

Javanese Script


http://dhenokhastuti.files.wordpress.com/2011/04/aksara-jawa-aksara-nglegena.pngPertama kali saya melihat tulisan ini waktu masih SD tepatnya masih kelas satu, setidaknya aku baru memahami tulisan ini waktu sudah kelas 5 SD, tapi sekarang hampir udah lupa, Heuheu :D. Memang butuh proses lama untuk benar-benar memahami tulisan/aksara ini, apalagi tuk seusia SD. Jika anda baru melihat tulisan ini pasti akan ngomong ‘kok tulisane ruwet koyo ngene toh’ iya kan?. Hahaha aku dulu juga begitu. Asal usul tulisan ini sangat panjang, mungkin akan saya tuliskan dipostingan selanjutnya atau yang akan datang :D, jika kalian berkenan ‘ngenteni’. Disini saya hanya mempostingkan artinya saja, emang kebalik sih, harusnya mempostingkan asal usul terlebih dahulu sebelum postingan ini. Sebab tujuanku disini saya baru tertarik untuk memahami arti dari Aksara Jawa ini. AKSARA HANACARAKA, merupakan salah satu aksara yang digunakan di Tanah Jawa dan sekitarnya, sering disebut aksara Jawa. Aksara Hancaraka sebenarnya diambil dari lima aksara pertama dalam aksara Jawa: “hanacaraka”. Huruf  Dasar (Aksara Nglegena) adalah aksara inti yang terdiri dari 20 suku kata atau biasa disebut Dentawiyanjana, yaitu:
ha        na        ca        ra        ka
da        ta         sa         wa       la
pa        dha      ja         ya        nya
ma       ga        ba        tha      nga
tiap baris huruf dasar dalam aksara di atas mempunyai arti sendiri-sendiri, antara lain :
Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada ”utusan” yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan)
Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ”saatnya (dipanggil)” tidak boleh sawala ”mengelak” manusia (dengan segala atributnya) harus bersedia melaksanakan, menerima dan menjalankan kehendak Tuhan
Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup (Khalik) dengan yang diberi hidup (makhluk). Maksdunya padha ”sama” atau sesuai, jumbuh, “cocok” tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Jaya itu ”menang, unggul” sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan ”sekedar menang” atau menang tidak sportif.
Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maksudnya manusia harus pasrah, sumarah pada garis kodrat, meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat, berusaha untuk menanggulanginya.
(Javanology)
coba pahami kembali arti yang sudah diutarakan di atas,  seuntai tulisan yang mempunyai arti yang akbar. sebersit keyakinan yang terkandung dalam tulisan jawa :)

Thursday, February 13, 2014

Ketika Sujiwo Tejo bicara tentang Pancasila


Siapa sih yang ga kenal dengan nama 'Sujiwo Tejo' yg tak pernah asing di telinga dan mata kalian? ya !! dia adalah seorang seorang budayawan Indonesia. Ia pernah mengikuti kuliah di ITB, namun kemudian mundur untuk meneruskan karier di dunia seni yang lebih disenanginya. setidaknya kalian udah pernah membaca tulisannya tentang PANCASILA di sebuah bukunya yg berjudul 'Lupa Endonesa'. Melalui tulisan ini saya ingin mencoba membahas (mengutip lebih tepatnya) tentang Pancasila. Ya, dasar negara Indonesia, tapi dalam perspektif Sang Maestro Wayang.
Di dalam bukunya yg berjudul “Lupa Endonesa”, melalui tokoh bernama Bambungan, seorang lulusan Teknik Mesin yang memilih bekerja menjadi pengajar Pancasila, Mbah Jiwo mengemukakan “ruh” nya Pancasila. Tidak hanya sekedar permainan kata-kata yang indah, tapi juga memiliki makna yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata. Penasaran? Silakan dilanjut membaca yo ...


Pasal Pertama
“Ketuhanan Yang Maha Esa
berarti seluruh warga terutama para pemimpinnya, lebih-lebih pemimpin puncanya, yakni kepala negara, harus suwungSuwung itu zero, tapi bukan empty. Pemimpin hanya melekat pada Tuhan. Dia tidak melekat pada yang lain, termasuk pada harta benda yang dimilikinya. Pemimpin boleh kaya dan berkuasa (berisi), tapi tidak boleh mempunyai kemelekatan pada harta benda dan kekuasaan tersebut (kosong).

Pasal Kedua
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
berarti manakala kemaslahatan bersama dunia membutuhkan harta benda dan kekuasaannya, pemimpin terutama pemimpin tertinggi yang telah suwung harus merelakannya. Ini bagaikan Prabu Yudhistira yang bahkan merelakan darah dagingnya sendiri diiris. Bagaikan Nabi Ibrahim yang bahkan merelakan anaknya sendiri buat disembelih.

Pasal Ketiga
Persatuan Indonesia 
berarti menjaga agar Indonesia tetap utuh, agar keanekaragaman di dunia tetap terpelihara. Tidak bisa seluruh dunia kita jadikan satu negara dan satu bangsa. Ini akan menyalahi kodrat ilma unsur sumber daya alam, yaitu materi, waktu, energi, ruang, dan keanekaragaman.

Sila Keempat
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Selanjutnya hanya orang-orang yang terbukti mampu menjaga keanekaragaman dunia melalui persatuan Indonesia dalam ranah kemanusiaan atas dasar ketuhanan, itulah yang berhak memimpin musyawarah mufakat. Itulah seyogianya nuansa dari sila keempat.

Sila Kelima
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia 
Tak boleh ada musyawarah apa pun yang agendanya bukan untuk sila kelima. Seluruh rapat, kumpul-kumpul, yang agendanya bukan untuk itu, dinyatakan illegal.

Begitu terperangah ketika membaca setiap tulisan-tulisan dari beliau. kagum iya jelas, Selama menjadi warga negara Indonesia, Sejak masuk Sekolah Dasar sampai sekarang menjadi mahasiswa semester mau 8, saya belum pernah mendengar pemahaman Pancasila yang begitu dalam seperti yang diutarakan oleh Mbah Jiwo. Baru sekarang saya merasa benar-benar “berkenalan” dengan apa yang menjadi dasar negara Indonesia yang saya cintai ini.
Akhir kata,
Kerenlah pokoknya! Mantap!

  

Saturday, February 1, 2014

Melihat Dunia dengan Pikiran

Sejenak terlintas dalam angan singkat dalam sebuah pertanyaan sederhana, “pernahkah kita bertanya pada pikiran sendiri ?” diriku menjawab agak setengah berpikir “ya, sering bahkan hampir setiap melihat obyek dengan sekantung pertanyaan, ya mungkin”. Setiap orang pasti sependapat denganku tapi dengan pikiran masing-masing dengan penafsiran yang berbeda-beda pula. Menurutku arti kata berpikir yaitu diam sambil menyusun kata-kata di dalam otak masing-masing dan didukung oleh tangan yang memegangi kepala dengan mata agak kurang fokus :D. coba saja diam sejenak, pasti akan berpikir tentang sesuatu walaupun itu gak terlalu amat penting untuk dipikirkan. secanggih-canggihnya computer sampai yang menggunakan VGA paling mutakhir pun tetap saja tidak dapat berpikir sendiri, namun sebodoh-bodohnya manusia masih bisa berpikir.
Dunia memang indah bila dengan mata, tapi tanpa pikiran, dunia tidak akan bisa bicara (menurutku sih :D). maksudnya bila hanya melihat tapi tidak dipikirkan bagaimana bisa membentuk sebuah kalimat?.manusia secara pikiran mempunyai dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia angan (imajinasi) yang kurang bisa dimengerti. Dengan pikiran, saya bisa melihat kedua dunia tersebut, tapi tidak untuk mata. Di sisi lain, dunia imajinasi saya anggap sebagai ajang pemanasan sebelum terjun ke dunia sebenarnya atau dengan kata lain, diriku menggunakan pikiran untuk menjalankan alur cerita di dalam dunia imajinasi. Jika alur cerita dalam dunia imajinasi ku tidak melenceng dari naskah, saya mencoba mengkolaborasikan mata dan pikiranku untuk mempersepsikan dalam dunia nyata (real world).terkadang setiap tulisan yang saya baca bisa menjalankan setiap scene dalam dunia imajinasiku. Seperti halnya saya belajar renang sebelum melakukan kegiatan dayung atau rafting, jika saya jatuh perahu, setidaknya saya sudah belajar renang agar tidak tenggelam nantinya.
Berpikir itu luas, bahkan bisa sampai di pinggiran Galaksi Bimasakti, bahkan bisa lebih. Berimajinasi itu luas, tapi dengan pikiran kita membatasinya. Pikiran mungkin hanya sebatas membuat tulisan terhadap obyek apa yang direspon oleh mata dan akan dikembangkan lagi obyek tersebut tapi hanya bebrapa tulisan dalam bentuk angan. Jadi apa yang ditulisakan hanya yang ‘berpikir’ itu yang mengerti maksudnya. Rangkaian kata yang diolah oleh pikiran mungkin masih kurang sistematis atau masih acak. Bibir sebagai filter kalimat sebelum terlontar ke udara dan mampir-mapir ke telinga pendengar. So, kalian ada karna kalian berpikir :D

Wednesday, January 1, 2014

Apakah Tiap Malam Kita Melihat Bintang yang Sama?

Foto: "Apakah Tiap Malam Kita Melihat Bintang yang Sama?"

Jawabannya tidak. Setiap malam kita dapat melihat ada bintang-bintang baru di ufuk timur saat Matahari terbenam. Kita juga melihat bahwa bintang-bintang di ufuk barat yang kita amati pada malam sebelumnya tidak dapat kita amati lagi.

Ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda.

Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari --meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.

Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser. Ada pula kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.

Mengapa demikian?

Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan.

Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak.

Jika dilihat dari kutub, maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat.

Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.

Lakukan percobaan ini!
Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu.

Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.

Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian. Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda.  Ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari. 

Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.

Jadi perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam. Perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda. 

(Sumber: langitselatan.com) / nationalgeographicindonesia.

Follow twitter kami : @Ilmu_Astronomi

Admin "N.P"    Jawabannya tidak. Setiap malam kita dapat melihat ada bintang-bintang baru di ufuk timur saat Matahari terbenam. Kita juga melihat bahwa bintang-bintang di ufuk barat yang kita amati pada malam sebelumnya tidak dapat kita amati lagi.
      Ketika bintang-bintang yang ada di langit malam terbenam, yang lain pun terbit. Perlu diingat juga, bintang yang dilihat pengamat di belahan bumi utara dan selatan juga berbeda. Bintang yang dilihat pengamat akan tampak bergerak melintasi langit sepanjang malam dan terus melintasi langit di siang hari --meskipun tak dapat dilihat oleh manusia dan akan kembali di lokasi yang relatif sama di malam hari di waktu yang sama keesokan harinya.
      Tapi kalau pengamatan dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama, pengamat akan melihat kalau lokasi bintang dan kelompoknya itu bergeser. Ada pula kelompok bintang baru yang tampak di langit pada waktu tersebut.

Mengapa demikian?

    Penyebab bintang-bintang tampak bergerak di langit malam adalah gerak rotasi Bumi. Perputaran Bumi pada porosnya inilah yang menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang-bintang melintasi angkasa terbit dan terbenam seperti layaknya Matahari dan Bulan. Bumi menyelesaikan putaran 360° pada porosnya setiap 23 jam 56 menit sehingga bintang pun tampak berputar dan bergerak.
    Jika dilihat dari kutub, maka Bumi akan tampak berputar berlawanan arah jarum jam, dan bintang-bintang akan tampak bergerak dari timur ke barat. Tapi bagi pengamat di kutub, bintang akan tampak berputar di langit tidak pernah mencapai horison sehingga tidak akan mengalami terbit dan tenggelam. Bintang-bintang seperti ini disebut bintang sirkumpolar.

Lakukan percobaan ini!

      Keluar dan amatilah langit. Pilih beberapa bintang atau satu rasi bintang tertentu dan petakan pada kertas. Amati sepanjang malam dan lihatlah pergerakan bintang-bintang itu. Lakukan pengamatan secara rutin pada waktu yang sama selama beberapa hari berikutnya dan bandingkan gambar yang dibuat setiap melakukan pengamatan. Pada jam yang sama, bintang yang dilihat “hampir tidak mengalami perubahan posisi” tapi sepanjang malam, sang bintang bergerak dari timur ke barat.
    Sekarang, lakukan pengamatan pada jam yang sama beberapa bulan kemudian. Pengamat akan menemukan kalau bintang-bintang yang dilihat dulu sudah berpindah lokasi atau bahkan sudah tidak tampak lagi di langit malam digantikan kelompok bintang yang berbeda. Ini disebabkan oleh gerak Bumi mengelilingi Matahari. Bumi membutuhkan waktu satu tahun untuk mengelilingi Matahari, dan selama setahun tersebut, pengamat di Bumi akan melihat kelompok bintang atau konstelasi bintang yang berbeda.
     Jadi, perputaran Bumi pada dirinya sendiri menyebabkan pengamat di Bumi melihat bintang bergerak sepanjang malam. Perputaran Bumi mengelilingi Matahari memberi kesempatan pada pengamat di Bumi untuk mengamati porsi langit malam yang berbeda-beda.
                                                                   (Sumber: langitselatan.com) / nationalgeographicindonesia.

Sunday, November 3, 2013

Dongeng Filsafat Ludwig Wittgenstein


      Ini merupakan cerita perkenalan seorang pemuda Austria, Ludwig Wittgenstein dengan filsafat, yang kisahnya kini menjadi dongeng filsafat. Perkenalan ini bermula ketika ia tengah menimba ilmu teknik mesin di Manchester University, tiba-tiba saja ia dikejutkan oleh sebuah pertanyaan, “Apakah angka itu?” Pertanyaan ini langsung memesona dirinya dan ia anggap jauh lebih menarik daripada apa yang selama ini ia temukan dalam bidang teknik mesin. Namun demikian ia pun menyadari bahwa sesungguhnya pertanyaan tersebut pun sangat sukar diperoleh jawabannya.
          Latar Belakang Keluarga Wittgenstein Wittgenstein merupakan seorang mahasiswa teknik mesin Manchester University yang berasal dari keluarga pengusaha industri baja yang kaya-raya di Wina, Austria. Ia melewatkan masa kecil dalam sebuah keluarga kelas atas di akhir periode Habsburg. Namun demikian, keluarga Wittgenstein bukan keluarga bahagia. Kedua kakak lelakinya tewas bunuh diri, akibatnya Wittgenstein selalu merasa tertekan dan dihantui oleh keinginan bunuh diri seumur hidupnya. Wittgenstein dan Pengaruh Bertrand Russel Pertanyaan “Apakah angka itu?” berhasil membawa Wittgenstein meninggalkan kampusnya dan pergi ke Cambridge menemui Bertrand Russel, seorang matematikawan yang populer pada masa itu. Russel menyuruh Wittgenstein pergi dan menulis sesuatu tentang pertanyaan tersebut. Ia sangat senang tatkala Wittgenstein kembali beberapa bulan kemudian dengan membawa essainya, lantas meminta Wittgenstein untuk menjadi seorang filsuf. Sesuai saran Russel, Wittgenstein pun resmi meninggalkan Manchester dan tinggal di Cambridge untuk belajar di bawah bimbingan Russel.

         Dalam perjalanan filsafat Wittgenstein, pengaruh Russel sangat kuat dan berhasil memotivasi Wittgensteinun tuk serius menekuni berbagai masalah dan isu filsafat bahasa yang tengah dikembangkan oleh Frege dan Russel. Aliran ini berusaha keras mencari jawaban dari pertanyaan, “Apa yang membuat bahasa menjadi bermakna?” Biasanya para filsuf bahasa menghabiskan banyak waktu hanya untuk memikirkan, misalnya: mengapa kata ‘kursi’ dan ‘meja’ mempunyai arti sebagaimana yang dimaksudkan. 
       Makna ‘Kata-Kata’ Wittgenstein Wittgenstein muda mengembangkan filsafatnya tentang bagaimana kata-kata memperoleh maknanya. Menurut pemuda Austria tersebut, bahasa manusia menjadi bermakna karena mewakili kenyataan seperti gambar. Sebuah kalimat (dalam bahasa filsuf biasa disebut proporsi) memiliki makna jika kalimat tersebut menggambarkan sebuah hubungan yang mungkin. Inilah yang dimaksud teori makna gambar. 
         Akhirnya terbitlah buku Tractatus Logico philosophicus pada 1920 – salah satu buku filsafat yang paling sukar dimengerti dalam sejarah filsafat – yang berhasil ditulis Wittgenstein dalam parit perlindungan saat berkecamuk Perang Dunia I. Ketika itu ia menjadi sukarelawan dalam tentara Austria. Filsuf Muda yang Aneh dan Anggapan Kegilaan Para Filsuf Wittgenstein merupakan salah satu filsuf yang paling populer dan eksentrik. Ia kaya raya, namun semua uangnya ia sumbangkan dan hidupnya ia habiskan di sebuah pondok di Norwegia. Ia sering terlihat sedang makan kue pai di bangku bioskop barisan terdepan. Filsuf muda ini juga beranggapan bahwa sebagian orang berpikir bahwa terdapat sebuah makna dasar di dalam kata-kata yang punya makna berbeda. 
        Menurutnya, ini adalah prosedur yang sudah salah sejak awal dalam memandang permasalahan ini, kesalahan khas para filsuf. Menurut Wittgenstein, inti masalah dalam filsafat bukan berasal dari rasa ingin tahu, melainkan keterpukauan kecerdasan melalui perangkat bahasa. Para filsuf lupa bahwa kata-kata memiliki banyak makna, sehingga sebagaimana Aristoteles, mereka akhirnya mencari esensi metafisis dari konsep tertentu. Kecenderungan inilah yang oleh Wittgenstein disebut sebagai kegilaan. Para filsuf harus segera disembuhkan bila mereka ingin melihat dunia dengan cara yang benar. Pendapatnya bahwa filsuf gila dan bahwa tidak ada apa-apa di balik kehidupan sehari-hari membuat Wittgenstein menjadi layaknya seorang filistin. Tipe Lain Atom dan Bahasa yang Tanpa Makna Teori makna gambar menyatakan bahwa setiap proposisi terdiri atas beberapa elemen sederhana yang berfungsi layaknya gambar sederhana. Setiap elemen bahasa ini mengacu pada sebuah elemen sederhana lain yang sesuai atau ‘atom’ di dunia. Terkadang metafisika awal Wittgenstein disebut sebagai ‘atomisme logis’ karena mengetengahkan pernyataan “agar bahasa mungkin dimengerti, maka dunia harus tersusun dari ‘atom’ dasar yang sederhana”.
          Mayoritas filsuf setelah Wittgenstein tak mampu meyakini semua itu. Kebingungan tersebut berlandaskan dari pertanyaan, “Apakah atom misterius tersebut?” atom di sini berbeda dengan atom dalam definisi Fisika, karena kebanyakan dari ‘proporsi’ kita mengacu pada benda sehari-hari, seperti kursi. Jika kalimat “Ini adalah sebuah kursi” berfungsi seperti sebuah gambar, bagaimana kita harus mengartikan elemen paling sederhana dari kalimat tersebut – mungkin semisal rembesan warna dalam lukisan impresionis? Parahnya, Wittgenstein ternyata juga mengakui bahwa menurut teori makna yang dicetuskannya, mayoritas dari kata-kata yang kita ucapkan tak bermakna karena tidak menggambarkan apa pun. Hal ini tak hanya tepat dari perspektif lingua etis dan agama, tetapi juga dari lingua filsafat. Pertemuan dengan Sang Perevisi Perjalanan kereta api ekonomi bersama seorang ekonom berkebangsaan Italia, Pierro Sraffa telah mengubah pandangan Wittgenstein tentang teori gambar yang ia cetuskan. Sraffa telah menunjukkan pada Wittgenstein bahwa bahasa merupakan bagian dari kebudayaan dan bukan hanya sekedar proposisi. Akhirnya filsuf muda ini pun meyakini bahwa filsafat manapun harus berangkat dari suatu keyakinan bahwa makna manusia bukan sekedar relasi antara metafisis bahasa dan dunia, melainkan sebuah produk kebudayaan dan masyarakat.
          Wittgenstein mulai mempertimbangkan kembali filsafat yang ia kemukakan. Ia menyadari bahwa bagi seorang anak muda seperti dirinya, pandangan filsafatnya bisa dikatakan aneh. Sebuah Tangga Filsafat Wittgenstein menerima bahwa filsafat yang dicetuskannya ternyata tak ada maknanya. Ia menyatakan hal tersebut pada akhir karyanya, Tractatus, bahwa filsafatnya merupakan omong kosong yang berguna, sebuah tangga yang harus anda buang untuk naik ke tempat yang lebih tinggi. Dengan demikian dapat diartikan bahwa Wittgenstein muda agak mirip seorang neoplatonis mistis. 

Thursday, October 24, 2013

My Beloved Village, DELANGGU


Sinopsis
saya slalu masih ingat lagu jaman dulu yang satu ini "Desaku yang kucinta pujaan hatiku, tempat Ayah dan Bunda dan handai taulanku. tak mudah kulupakan, tak mudah bercerai. selalu kurindukan Desaku yang perma." kalau denger lagu ini pasti ingat rumah.wkwkwk. Kota Delanggu merupakan kota yang berada di wilayah Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah.Kota yang terletak diantara 2 kota besar budaya Indonesia, kota Yogyakarta dan kota Solo. Dua kota yang juga berpengaruh bagi budaya di kota Delanggu itu sendiri.
Kota Delanggu, kota kecamatan yang sejak jaman penjajahan Belanda sudah terkenal sebagai bunker atau lumbung pertanian. Bukti dari penjajahan Belanda di kota Delanggu adalah pabrik tua yang sudah tak beroperasi lagi yaitu Pabrik Karung Goni. Dan disekitar pabrik itu berdiri bangunan-bangunan tua, rumah bagi sinder (pejabat Belanda) yang sudah rusak dan tidak terawat.
     Warga kota Delanggu bisa dikatakan banyak yang merantau ke luar daerah, terutama di Jakarta. Dan harapan kami sebagai penulis di blog ini adalah sebagai sarana komunikasi bagi Cah Delanggu dimanapun berada terhadap kota kelahiran mereka. Dan penulis juga berharap bahwa mereka tidak akan melupakan kota tercintanya ini. Kota Delanggu, my lovely city.

Kecamatan Delanggu terbagi oleh 16 desa, yaitu:
1. Desa Delanggu
2. Desa Gatak
3. Desa Sabrang
4. Desa Tlobong
5. Desa Kepanjen (iki looooh desaku)
6. Desa Segaran
7. Desa Sidomulyo
8. Desa Karang
9. Desa Mendak
10. Desa Krecek
11. Desa Sribit
12. Desa Butuhan
13. Desa Jetis
14. Desa Dukuh
15. Desa Banaran
16. Desa Bowan
Kecamatan Delanggu pemekaran wilayahnya mengarah ke utara dan selatan. Kota Delanggu atau pusat dari kota sendiri berada di 3 wilayah desa yaitu desa Delanggu, desa Gatak dan desa Sabrang. 

Kota Lumbung Padi? Haaaaaaaaaaaa
Kota Delanggu dalam perkembangannya menjelma menjadi sebuah lumbung padi/beras yang tersohor di negeri ini. Beras yang dihasilkan dari sawah-sawah di Delanggu memang terkenal enak dan pulen yaitu produksi beras Rojolele. Beras Rojolele Delanggu menjadi primadona bagi rakyat Indonesia sekitar tahun 1970-an hingga sekarang.

Masih pantaskah menjadi lumbung BERAS???
Kota Delanggu, bagi orang yang sering bepergian antara Yogjakarta-Solo akan begitu familier. Yupz, kota Delanggu memang terletak diantara 2 kota besar tersebut. Kota kecamatan yang masuk wilayah kabupaten Klaten. Kota Delanggu, kota kecil yang damai dan indah akan persawahan yang hijau. Kota yang bagiku masih bisa dikatakan alami, karena pada dasarnya perubahan yang terjadi dikota ini tidak begitu besar. Mungkin cuma prasarana umum saja yang banyak berubah seperti pasar Delanggu, puskesmas dll, tetapi tidak mengurangi ciri khasnya.
Bagi banyak orang luar kota atau bahkan hampir kebanyakan orang di kota besar Pulau Jawa ini, Delanggu akan dikenal sebagai gudang beras. Delanggu sebagai produsen beras terbesar di Jawa (katanya sih).Beras Delanggu, kalo orang menyebutnya, terkenal karena pulen, empuk dan enak mengenyangkan. Berbeda dengan beras-beras produksi daerah lain, yang katanya keras(atos kalo bahasa jawanya), ga pulen dan tidak putih.Salah satu jenis beras Delanggu yang disukai adalah beras Rojolele. Ya, beras Rojolele memang rasanya berbeda dengan jenis beras lainnya. Empuk dan pulen. Walaupun daerah lain juga ada produksi Beras Rojolele-nya tetapi Rojolele Delanggu berbeda. Ya kalau kurang percaya, silakan pembaca mencobanya sendiri.Tetapi hati-hati kalau membeli beras Delanggu karena dipasaran banyak sekali beras tiruan Delanggu, padahal itu bukan asli produksi Delanggu.
Ada satu hal yang mengganggu benakku beberapa tahun belakangan ini. Bukan karena banyaknya beras Delanggu tiruan, tetapi padi yang akan dijadikan sebagai beras Delanggu itu sendiri. Lho memangnya ada apa? Pembaca mungkin akan bertanya begitu. Khan Delanggu, persawahannya hijau dan luas, air juga melimpah. Ya itu dulu, kalo sekarang lain. Dari survey yang saya lakukan, sebenarnya luas persawahan di Delanggu sudah berkurang hampir setengahnya. Sudah banyak yang berubah menjadi perumahan-perumahan baru dan bangunan lainnya.Kenyataan lain, padi yang selama ini diolah menjadi beras oleh penggilingan2 beras. Delanggu adalah berasal dari daerah diluar Delanggu seperti Sragen, Karanganyar atau juga masih dalam wilayah kabupaten Klaten itu sendiri.Walau produksinya lebih tapi kalo padinya diambil dari luar Delanggu apakah masih bisa disebut beras Delanggu?
Selain itu beberapa bulan belakangan ini, pertanian padi di kota Delanggu mengalami kelesuan dan gagal panen dikarenakan mewabahnya hama wereng. Dan tak sedikit para petani yang sementara waktu tidak menanam padi dilahan persawahannya. Itulah yang jadi pikiranku selama ini. Masih pantaskah nantinya Delanggu disebut sebagai Gudang Beras?  


Kuliner Khas 
Nasi Pecel
Nasi pecel, salah satu makanan khas dari Delanggu Jawa Tengah. Kumpulan sayur yang telah direbus, biasanya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain disiram oleh bumbu pecel khas yang terbuat dari kacang. Adonan Bumbu kacang yang pas menjadi andalan dari makanan khas Jawa yang satu ini. Bumbu kacang nasi pecel menyajikan cita rasa manis dan pedas yang terpadu secara sempurna sehingga membuat candu buat banyak orang. Sebagai pelengkap, kita bisa memilih berbagai gorengan, mulai dari tempe, tahu, kerupuk gendar, kerupuk aci, telor ceplok, bakwan dan lain sebagainya sebagai teman makan.

Bandeng Asin
bandeng asin di pasar delanggu, solo, bisa jadi oleh-oleh alternatif selain serabi atau karak manis. selain kuliner nasi liwet, mencoba makan nasi putih hangat dengan sambal bawang putih plus bandeng asin pun jadi wisata kuliner solo yang tak kalah sedapnya. 
  
Serabi Beras
Siapa tak kenal Serabi? pancake versi Delanggu ini sudah menjadi makanan lezat sejak dulu. Siapapun menyukai dan menikmati panganan berasa gurih dan legit ini. Serabi Beras Khas Delanggu, mulanya dibuat dari tepung beras, santan dan gula pasir. Serabi juga beradaptasi menjadi serabi yang lebih modern dengan berbagai modifikasi. Serabi pun mengalami beberapa perubahan seiring berkembangnya jaman, rasanya menjadi beragam, mulai dari keju, strawberi, nangka, pandan, kacang hingga susu. Serabi tak hanya dapat dimasak menggunakan arang tapi mulai menggunakan kompor gas.
dan masih banyak lagi ga bisa disebutin satu2, soalnya blognya ga muat.hehehehe

Obyek Wisata  
Pepohonan itu tinggi menjulang ke angkasa. Daunnya yang rindang menghadirkan kesejukan meski matahari bersinar terang. Lokasinya yang berada jauh dari perkotaan membuat kawasan ini bebas dari kebisingan serta residu asap kendaraan bermotor. Terdengar pula suara gemericik air yang mengalir langsung dari sumbernya. Kesan alami itulah yang muncul di Objek Wisata Mata Air Cokro. 
Kemurnian alam yang cukup kentara menjadikan OMAC sebagai salah satu tujuan warga menggelar upacara padusan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadan. Untuk bisa menikmati kemurnian alam dan mencoba aneka wahana permainan di dalamnya, pengunjung cukup merogoh kocek senilai Rp 6.000. Beberapa wahana permainan air seperti waterslide ukuran sedang, ember tumpah, berenang, dan lain-lain dihadirkan untuk memanjakan pengunjung. Selain wahana permainan air, pengunjung juga bisa menikmati sensasi senam jantung saat meluncur di udara melalui wahana flying fox.

Pusat Kota Delanggu, dimanakah itu??
Pusat dari kota Delanggu adalah Perempatan Kota Delanggu. Perempatan Delanggu terletak diantara 3 desa yang ada di Kecamatan Delanggu. Yaitu dibagian barat Perempatan dikuasai oleh Desa Delanggu baik itu sebelah Barat Daya maupun Barat Laut, bagian Tenggara menjadi milikDesa Sabrang dan bagian Timur Laut menjadi wilayah Desa Gatak.
Perempatan Delanggu bisa dikatakan menjadi tempat semua aktivitas warga Delanggu. Sebelah Tenggara yang merupakan daerah Desa Sabrang terletak Pasar Kota Delanggu, yang merupakan tempat aktivitas perdagangan di kota Delanggu. Didepan Pasar Kota Delanggu, diatas trotoar juga berjejer penjual2 makanan dan buah2an.Dibagian Timur Laut dan juga di bagian Barat, adalah tempat usaha-usaha perniagaan yang berupa toko-toko. Dari mulai toko pakaian, toko emas, warung makan, dll.
Perempatan Kota Delanggu juga merupakan salah satu tempat penting bagi warga Delanggu dan sekitarnya untuk melakukan bepergian. Loh, terminal Kota Delanggu khan tidak bertempat disitu?? Yups,terminal Kota Delanggu masih berada kurang lebih 1 km ke arah selatan dari perempatan Delanggu. Tapi dikarenakan Perempatan Delanggu yang berada di Jalan Utama Antar Kota Antar Provinsi, biasanya kebanyakan warga Kota Delanggu dan sekitarnya lebih memilih Perempatan Delanggu untuk tempat mencari angkutan baik itu Bus Antar Kota atau angkutan pedesaan.
Begitu pula sebaliknya, saat warga kota Delanggu sekitarnya pulang dari bepergian,mereka lebih memilih untuk turun disekitaran Perempatan Kota Delanggu. Disekitar Perempatan Kota Delanggu banyak ditemukan sarana angkutan rakyat, mulai itu dari becak, dokar, angkutan plat Kuning atau colt, bahkan tukang ojek.
Bagi warga luar kota yang masih asing dengan Kota Delanggu, Perempatan Kota Delanggu biasanya akan menjadi sarana atau tempat untuk bertanya ataupun sebagai tempat perjanjian untuk bertemu dengan rekan-rekannya. So, silakan datangi aja Perempatan Kota Delanggu bila anda ingin menuju suatu tempat disekitaran Kota Delanggu. Jangan segan untuk bertanya dengan warga Kota Delanggu. Ingat pepatah " Malu bertanya, Sesat di jalan ". :) 

Peninggalan Sejarah
Sabdariffa tinggal kenangan
Sudah tidak berpenghuni, tidak berisi, tak ada yang menghiasi, tidak juga berseri, tidak bisa direnovasi, apalagi diakuisisi. Bukan hanya ilusi, bukan pula puisi, maupun argumentasi, tapi sebuah kondisi. Dimanakah Sabdariffa yang dulu....???

Pabrik Karung Goni
Kawasan bekas pabrik karung goni yang dibangun pada masa pendudukan belanda di Indonesia, lebih tepatnya di Delanggu. Pada saat ini sudah tidak aktif namun juga belum jelas fungsi dan perawatannya oleh pemerintah Indonesia.

Stasiun Kereta Api Delanggu
Stasiun Delanggu merupakan stasiun kereta api yang terletak di Gatak, Delanggu, Klaten. Stasiun yang terletak pada ketinggian +133 M ini berada di Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Pada masa penjajahan Belanda, Stasiun Delanggu dipergunakan untuk mengangkut karung goni untuk menyuplai pabrik-pabrik gula di sekitar Karesidenan Surakarta, dan dipergunakan juga sebagai sarana angkutan antara Surakarta dan Yogyakarta. Stasiun Delanggu memiliki 4 jalur KA.

Come here, anytime :)